Oleh: eman mulyatman | 2 Maret 2009

Risalah yang Terpercaya

Sejak 14 abad silam Muhammad bin Abdullah seorang nabi yang umi telah berseru di Makkah di atas bukit Shafa. Bahasa dakwah di zaman Nabi saw dan kini relevan dan aplikatif

“Hai sekalian manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian. Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. Tidak ada Tuhan selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, seorang nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS al-A’raf [7]:158)

Dakwah yang integral itu merupakan garis pembatas di alam semesta ini, pemisah antara hari kemarin yang gelap gulita dan masa kini terang benderang. Antara kejelekan dan indah sejahtera. Antara kebodohan masa lalu dan masa depan yang cemerlang.

Dia juga merupakan proklamator yang mendeklarasikan sebuah system baru yang menyempurnakan. Pencetus syariatnya adalah Allah SWT sendiri, Zat yang Maha Mengetahui lagi Maha Melihat.

Muballighnya adalah Muhammad sang pemberi kabar gembira dan ancaman. Kitabnya adalah al-Qur’an yang jelas dan terang. Kiab yang tidak ada keraguan. Para jundi-Nya adalah kaum Muhajirin dan Anshar dan siapa saja yang ber-ittiba’ kepada mereka secara ihsan. Sistem itu bukan produk manusia, melainkan shibghah Allah SWT. Adakah pola yang lebih baik dari pola yang dicetuskan-Nya?

“Sebelumnya kaummu tidaklah mengetahui apakah al-Kitab (al-Qur’an) itu, dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan al-Qur’an itu sebagai cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa-siapa saja yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya Kami benar-benar menunjukkan kepadanya jalan yang lurus, (yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang di langit dan apa yang di bumi. Ingatlah, kepada Allah-lah kembalinya segala urusan.” (QS asy-Syura: 52-53)

Manhaj al-ur’an dalam perbaikan social

Al-Qur’an adalah kitab yang sarat dengan asas-asas perbaikan social yang syamil (utuh, menyeluruh) sejak awal diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Al-Qur’an mendeklarasikan asas-asas itu dari waktu, sesuai dengan waqi’ (realitas) yang ada.

Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?” demikianlah supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu dating kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami daangkan kepadamu suatuyang benar dan yang paling baik penjelasannya.” (QS al-Furqon 32-33)
Sungguh Allah telah mengumpulkan untuk ummat ini sebuah penjelasan bagi segala sesuatu, termasuk di dalamnya asas-asas perbaikan sosial yang sempurna. Asas-asas tersebut adalah:

1.    Rabbaniyah, jauh dari kepentingan rendah manusia yang bersifat egois, narsis dan individual. Sebaliknya justru bertujuan untuk menempatkan manusia kepada keadaannya yang paling mulia di antara mahluk-mahluk Allah lainnya dalam sebuah harmoni sosial yang sempurna. Karena sifatnya ini, manhaj al-Qur’an juga tidak mengingkari fitrah manusia dan menyelamatkan manusia dari bahaya.
2.    Ketinggian Kualitas Jiwa Manusia. Manhaj ini mengantarkan manusia kepada sifat-sifat mulia yang mendapatkan penghargaan yang tinggi dari Rabb-nya. Dengan ketinggian kualitas jiwa yang dicapainya, seorang manusia tidak akan lagi terjebak kepada kepentingan sesaat yang fana dan egois karena mengharapkan ibalan kemuliaan yang ukurannya di luar ukuran duniawai.
3.    Penegasan terhadap keyakinan adanya jaza’ (balasan) atas setiap amal. Manhaj ini menegaskan bahwa manusia memang berhaknatas imbalan atau jaza’ atas apa yang diperbuatnya, baik atau buruk. Namun manhaj ini memeperluas batasan jaza’ ke waktu yang lebih pasti. Keadilan pasti tegak karena hakim pada hari itu adalah Hakim yang Maha Agung dan Maha Adil.
4.    Deklarasi Ukhuwah antar sesama Manusia. Manhaj al-Qur’an ini mengandung deklarasi ukhuwah yang tidak pernah ada dalam risalah agama lain. Dengan konsep ukhuwah ini setiap manusia diberi bingkai bagaimana bersikap kepada setiap insan sesuai dengan keadaan masing-masing. Deklarasi ini tidak tertipu dengan ikatan-ikatan duniawi yang ditakdirkan Allah sebagai ujian dunia yang tidak seharusnya dipatuhi jika ikatan tersebut membahayakan akhirat seseorang.
5.    Bangkitnya laki-laki dan perempuan secara bersama-sama, mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci dan adil.
6.    Jaminan sosial akan hak hidup, pemilikan, lapangan kerja, kesehatan, kebebasan, pengajaran dan keamanan serta menentukan sumber-sumber penghasilan.
7.    Penentuan 2 macam gharizah (kecenderungan), memelihara jiwa dan memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan seksual.
8.    Tegas dalam memerangi berbagai tindak kriminal.
9.    Penegasan akan pentingnya wihdatul ummah dan mengikis habis semua bentuk perpecahan. Dalam konsep Qur’ani ini, persatuan didahulukan bahkan dicontohkan oleh para sahabat, hal ini lebih didahulukan daripada  pengurusan jenazah Rasulullah saw. Contoh yang diberikan Rasulullah saw sendiri adalah dengan mempersaudarakan 2 musuh bebuyutan Aus dan Khazraj.
10.    Mewajibkan umat untuk berjihad. Tak ada gunanya kemenangan fikrah jika tidak dibarengi dengan kemenangan faktual (fisik). Tidak mungkin kemenangan itu terpelihara jika tidak dijaga oleh kekuatan pasukan yang ikhlas. Konsep jihad sekali lagi membuktikan ke-syamilan manhaj Qur’ani ini.
11.    Menjadikan daulah sebagai sarana bagi perwujudan dan pemeliharaan fikrah. Bertanggungjawab mewujudkan sasarannya di masyarakat dan mentransformasikannya kepada sekalian manusia.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.